PERTEMUAN MUSIK DILUNCURKAN DI TIGA KOTA

PERTEMUAN MUSIK DILUNCURKAN DI TIGA KOTA

Oleh Aristofani Fahmi

 

Sempat vakum selama selama 25 tahun, bukan akhir bagi Pertemuan Musik untuk menjadi wadah  pendidikan musik non formal di Indonesia. Kehadiran Pertemuan Musik di Jakarta oleh Heri Budiawan pada tahun 2012 menjadi momentum penting bahwa forum Pertemuan Musik masih sangat relevan untuk  menjadi penyeimbang perkembangan musik di Indonesia.  Terutama setelah meninggalnya Slamet Abdul Sjukur dan beberapa tokoh musik penting Indonesia tentu saja meninggalkan problematika. Antara kreatifitas dan keilmuan, jejaring, dan tentu saja proses regenerasi.

Pada kegiatan Temu Musik Franko-Indonesia pada tanggal 15-17 Mei 2017 di Jakarta, beberapa pegiat musik muda yang pernah berinteraksi dengan Slamet baik itu secara langsung sebagai guru dan murid, maupun berinteraksi dengan karya dan pemikirannya, berkumpul untuk menyaksikan even ini. Dalam diskusi, mereka bersepakat bahwa ‘Eyang’ Slamet mewariskan semacam energi yang tak habis. “Pegiat musik yang  mendedikasikan diri di Pertemuan Musik hanyalah generator, bahan bakarnya adalah ’spirit’ Slamet Abdul Sjukur”, ujar Heri pada pembukaan Temu Musik Franko-Indonesia.

Sebelumnya, koordinator Pertemuan Musik Surabaya, Gema Swaratyagita, menuturkan hal yang sama. Disela persiapan kegiatannya di Berlin,  yang waktunya bersamaan dengan Temu Musik Franko-Indonesia, Gema menyempatkan diri menulis pesan bahwa, “Pertemuan Musik itu perihal spirit yang bisa dibawa kemana saja. Benang merahnya adalah sosok Slamet Abdul Sjukur yang berujung pada kerinduan atas hangatnya persaudaraan musik”.

Spirit tersebut yang membuat Pertemuan Musik diluncurkan di tiga kota, yakni Kota Pekanbaru yang diprakarsai oleh Aristofani, Kabupaten Bogor oleh Lawe Samagaha, dan Kota Pontianak oleh Nursalim Yadi Anugerah. Ketiganya akan menggelar pertunjukan musik, diskusi, dan juga workshop musik sebagai tanda bertumbuhnya Pertemuan Musik di daerah lain, selain Surabaya dan Jakarta. “Pada kegiatan Temu Musik Franko-Indonesia ini juga sekaligus diluncurkan Pertemuan Musik di Pekanbaru, Bogor, dan Pontianak secara resmi”, kata Heri menutup kata sambutannya.

Nama besar Slamet tidak serta harus menjadikan Pertemuan Musik sebagai sebuah forum yang besar sebagaimana hingar bingarnya festival seni di Indonesia akhir-akhir ini. Kecil. Sepele. Tapi mengakar!

Leave a comment

Your email address will not be published.


*