About

Pertemuan Musik diawali dengan adanya Pertemuan Musik Surabaya (PMS), yang sekarang berusia 50 tahun lebih. PMS  saat inisebenarnya merupakan lahirnya kembali PMS yang pernah ada antara 1957-1982 (25 tahun!). Waktu itu PMS jumlah anggotanya sampai mencapai sekitar 1200 orang yang bayar iuran melalui penagih yang berkeliling dengan sepeda engkol. Anggotanya antara lain yang sekarang kita kenal sebagai Prof.Dr.Sri Edi Swasono, Dr.Conny Semiawan mantan rektor IKIP Jakarta, Waktu itu PMS setiap bulan mengadakan acara di BALAI PEMUDA. Bahkan PMS berkeliling sampai ke Semarang dan Bandung. PMS pula yang meletakkan landasan ujian-ujian yang kemudian diurus oleh PDK (depdikbud). PMS telah bertekad KUDJADIKAN RAKJATKU TJINTA MUSIK sejak 1962, artinya 20 tahun sebelum ada semboyan “Memasyarakatkan Olah-Raga dan Mengolah-ragakan Masyarakat”.

CATATAN SLAMET A. SJUKUR
SETIAP BULAN para pencinta musik di Surabaya berkumpul. Sama-sama mendengarkan Bach, Mozart, Beethoven, Schumann, Debussy, Strawinsky, Webern, Steve Reich, Arno Peters, Amir Pasaribu, Tan Dun, Piazzola dll..
Kami tidak sekadar MENDENGARKAN, kemudian ramai bertepuk-tangan serentak dan terus pulang.,
Kami juga membahas apa saja yang kita dengarkan.
MENGANALISA form-nya, harmoni-nya, lebih detil lagi struktur melodinya. Bahkan MEMPERKARAKAN harmoni modal Debussy,keseimbangan-mulia Bartok ostinato ritme non-simetri Strawinsky, orkestrasi Ravel. . . . .
Semua itu dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti, sehingga semua yang hadir bisa ikut memahami hal-hal menarik yang tadinya tersembunyi.
PERTEMUAN MUSIK SURABAYA
lahir 54 tahun yang lalu
dibidani oleh 3 orang yang kurang kerjaan:
RUBA’I KATJASOENGKANA (almarhum)
waktu itu dia redaktur SURABAYA-POST,
THE LAN ING,
waktu itu baru pulang dari
studi musiknya di Belanda.
Slamet A.Sjukur
yang sampai sekarang belum mati.
Selama 25 tahun (1957-1982)
PERTEMUAN MUSIK SURABAYA
menghidupkan kota Surabaya dengan
acara-acara musik yang tinggi kecerdasannya.
Kami sudah bercita-cita
KUDJADIKAN RAKJATKU TJINTA MUSIK
20 tahun sebelum slogan
MEMASYARAKATKAN OLAH-RAGA
MENGOLAH-RAGAKAN MASYARAKAT.
Anggotanya mencapai sekitar 1300 orang
Yang membayar iuran tiap bulan.
Kebetulan demi kebetulan nasibnya menanjak;
acara yang semula dari rumah kerumah
kemudian menggantikan Kunstkring Belanda di
Balai Pemuda dengan segala fasilitasnya.
Pianis Walter Hautzig ditampilkan, harpis Mildred Dilling, dll .
Seperti ombak yang naik turun.
tahun 1982, tidak ada angin, laut pun diam
PERTEMUAN MUSIK SURABAYA mengalami mati-suri
selama 24 tahun.
Tahun 2006
muncul KRISNA SETIAWAN
seorang pianis, komponis, akuntan, sarjana elektronika
dan waktu itu direktur pabrik arang;
orang serabutan yang kurang kerjaan.
Maka mulailah BABAK-II
di rumahnya selama 3 tahun
kemudian di Wisma Musik MELODIA
yang merupakan C U C U PMS
karena SETIAWATI WINARTO, direktrisnya
putri seorang aktivis PMS
almarhum SORENTO WINARTO
yang masih hidup: THE LAN ING, SOLOMON TONG
Prof. Dr. SRI EDI SWASONO dan Dr. CONNY SEMIAWAN (dan kita ??).

Kegiatan
– Acara pertemuan bulanan
– pergelaran hidup (live performance)
– rekaman video
– diskusi
– analisa teknik dengan bahasa awam, sehingga musik menjadi milik siapa saja